Senin, 20 Juni 2016

Ramadhan, Benarkah Puas(a)?

20 Juni tahun ini sebagai saksi antara aku dan diriMu...
Safarnya waktu di hari ke 15, menjadi gejolak Ramadhan terindah sepanjang hidup...
KeberanianMu yang ada pada diriku membuatku ingin menuliskan lembar 'perdana' via media...
Wahai Sang Jiwa, hari ini bukan langkah awal berpuasa...
Tempo yang berjalan semakin habis di telan usia...

Puasa adalah menahan lapar dan dahaga atas segala 'kerakusan' di masa sebelumnya..
Puasa juga mengolah rasa 'PUAS' kita yang benar-benar mencetak diri kita menjadi manusia yang 'PUASA'.

Walau puasa adalah perintah wajib Tuhan untuk manusia di bulan yang istimewa,
Terkadang hanya menyisakan lapar dan dahaga karena esensi yang tercampakkan...
Syariat telah terpampang, retorika da'i disana sini  tampak minor dalam jati diri, seolah enyah..
Sejatinya Ramadhan adalah bulan yang penuh introspeksi, sambil menunggu rekonsiliasi antar sesama makhluk Ilahi di hari nan fitri...

Semoga kita semakin mengerti, makna puasa yang sebenarnya...
Awali langkah baik tak harus menuggu esok atau lusa...
Dan puasa kita bukanlah sekadar menahan haus dan lapar
Tapi ESENSI Ilahi menurunkan aturan itu pada insani...
Puasa yang membuat diri menjadi PUAS akan nikmat Ilahi yang tercipta dari "Puas(a)?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar